Tuesday, December 26, 2017

Suka dan Duka seorang Jurnalis dalam tugas Jurnalisme Dakwah


oleh : Mifta Khairoh (1164020097)
Komunikasi dan penyiaran Islam


Tidak terasa saya dan teman teman kpi 3 C telah memasuki semester tiga, satu tahun telah terlewati dengan usaha dan berkat doa orangtua yang tak pernah berhenti mendoakan bagi kesuksesan anak anaknya.
 Setiap kepala memilki pemikiran maupun cita cita yang berbeda, itulah mengapa pentingnya saling menghargai dan membantu satu sama lain. pada umumnya jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam termasuk salah satu jurusan favorit di uin sgd bandung, para mahasiswa yang memiliki impian menjadi seseorang yang berkonstribusi dalam dunia islam, pers, kejurnalistikan dan  publisti. menurut saya ini adalah alasan terutama mengapa mata kuliah jurnalisme dakwah harus dipelajari secara holistik oleh kami  mengingat pentingnya penggabungan dunia jurnalistik dan pendakwahan 
Banyak sekali kesan selama mata kuliah ini berlangsung, mulai dari ilmu yang runtun dan praktek langsung ke lapangan. Saya mengucapkan beribu terimakasih kepada Dr. Uwes Fatoni, M,ag  selaku dosen pengampu mata kuliah ini, yang membagikan ilmunya kepada kami, beliau selalu memotivasi dengan selalu mendongkrak agar anak kpi banyak membaca, berdiskusi lalu menulis 
kami belajar mengenai penulisan berita, setelah kami menulis berita buatan sendiri, saat mata kuliah berlangsung, berita yang telah dikerjakan di telaah dan diperbaiki apa yang belum sesuia dengan kaidah penulisan berita, menurut saya cara seperti itu efektif, mengingat otak seseorang akan lebih mudah mengingat jika sesuatu telah dikerjakan dan di perbaiki, itu akan menambah pengalaman dan rasa pengetahuan lebih mendalam para mahasiswa
saya juga banyak belajar mengenai pesurat kabaran media cetak, setiap minggunya kami diberi satu media untuk mengirim opini mahasiswa , ada kompas kampus, rubrik mahasiwa, poros mahasiswa , tergantung program dari media cetaknya sendiri, memberikan nama apa untuk kolom opini mahasiswa
saya senang sekali melihat teman teman yang tulisannya sudah di muat , mungkin tulisan saya belum memenuhi kriteria para editor kolom mahasiswa, namun saya tidak akan menyerah untuk menyematkan nama saya di kolom tersebut, saya juga ingin mengucapkan selamat kepada para teman teman yang sudah melalang buanakan tulisannya 
setelah mumpuni dalam bidang penulisan surat kabar, kami belajar mengedit video ala zaman sekarang, dari dulu saya ingin sekali dapat mengedit video yang instagrammable dengan aplikasi filmmora itu menjadi kenyataan, tugas membuat video ala instagram oleh ustad, masjid yang telah kami tetapkan sendiri masjid mana yang akan kami jelajah 
tugas rutin setiap minggunya ialah  membuat berita mengenai masjid yang kami pilih sebelumnya, 
banyak juga keluhan dari teman teman  yang merasa tugas jurnalisme dakwah (jurdak) bannyak sekali , belum lagi mewawancarai ustad, namun saya menekankan pada diri saya, jika itu semua adalah sebuah proses yang harus dilalui untuk naik tingkat
kesan saya ketika membuat berita masjid adalah bingung karena ini adalah mewawancarai narasumber pertama kali , saya merasa bahwa mewawancrai seorang narasumber , tidak hanya modal keberanian saja, teori dan lapangan itu berbeda sekali, kita dituntut untuk dinamis,berpengetahuan  serta menguasai teknik 5 W+1 H, itulah kunci berhasilnya seorang jurnalis
hafalan ayat ayat mengenai etika seorang jurnalis juga harus kami hafal , begitu kita tahu aturan dalam uu penyiaran tahun 2002 dan p3 sps , dalam perpektif al quran juga jangan dilupakan , banyak pesan pesan moral yang bisa  diterapkan
pesan untuk perkuliahan jurnalisme dakwah tetaplah seperti ini , namuny ang harus diperhatikan adalah kualitas dati tugas itu sendiri, lebih baik kuantitasnya sedikit namun kuaitasnya baik , daripada kuantitas banyak namun kualitas tak sesuai (buruk)
tetaplah membaca, berdiskusi dan menulis , saya ingat kata petuah "tulisan akan mengalahkan sebuah pistol karena sebuah tulisan dapat menembak lebih dari satu kepala , dan mempengaruhi secara tidak sadar"
Beribu terimakasih sekali lagi saya haturkan kepada bapak Dr. Uwes Fatoni, M,ag , yang telah membuka mata kami lebar lebar mengenai dunia kejurnalistikan 






Bandung, 27 Desember 2017

Sunday, December 3, 2017

Wanita dan beribu curhatan

           Siapa yang tidak menuding, jika wanita itu adalah makhluk sosial diatas kaum adam? , maksudnya disini adalah rasa kesosialan wanita itu lebih dominan dari lelaki, mulai dari wanita berkarir sampai yang mengerjakan tugas mulia dirumah mereka. Wanita tidak bisa hidup tanpa seorang teman yang berperan layaknya seorang notulen dalam rapat, mendengarkan dan mencatat di memori mereka keluh kesah yang bersarang di relung hati. seperti itulah wanita dengan beribu curhatan. Saya suka sekali dengan teman saya ketika mereka mendengarkan cerita yang saya alami, baik yang baru terjadi hingga pengalaman yang sudah usang pun patut untuk diceritakan. Makhluk Bercerita. Didalam teori komunikasi, interaksi kedua belah pihak akan berjalan baik jika pesan yang disampaikan dipahami oleh komunikator (pendengar) dan tidak adanya ganguan pada saat komunikasi berlangsung alasan inilah yang menjadi pendukung utama mengapa wanita suka menggunjing dan memilih tempat yang sepi dan jauh dari keramaian.